Tuesday, May 18, 2010

rinduku

Jika mataku hanya bisa melihat satu tandaMu hari ini,


Tunjukkan, dia kekasihku sehat, kumohon.


Jika telingaku hanya bisa mendengar satu suaraMu hari ini,


Bisikkan, dia hatiku baik-baik saja, kumohon.

Wednesday, May 12, 2010

NILAI HIDUP

Beberapa waktu yang lalu, di Mesir hidup seorang sufi yang tersohor bernama Zun-Nun. Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya, "Master, saya belum paham mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di zaman yang ini berpakaian necis amat perlu, bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk tujuan banyak hal lain."
Sang sufi hanya tersenyum; ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Cobalah, bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas."
Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, "Satu keeping emas. Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu."
"Cobalah dulu sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil." Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak.
Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, "Master, tak seorang pun yang berani menawar lebih dari satu keping perak." Zun-Nun, sambil tetap tersenyum arif, berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga. Dengarkan saja, bagaimana ia memberikan penilaian."
Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor, "Master, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."
Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, "Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya "para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian. Namun tidak bagi "pedagang emas".
Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses wahai sobat mudaku. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas.
Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas.

Source : Unknown

Sufi (menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas) adalah istilah untuk mereka yang mendalami ilmu tasawwuf, sejenis aliran mistik dalam agama Islam.

Sunday, May 9, 2010

Bungaku Bunda

Ini bungaku, janjiku Bunda
Aku datang bersama bungaku, dia bungaMu Bunda
Suaraku, terdengar baru untukMu Bunda
Kumohon
Biarkan bunga ini tumbuh di hatiku
di hati bungaku, bungaMu Bunda
Amin.

Wednesday, March 3, 2010

Push e-Mail Yahoo dan e-Mail perusahaan untuk Sonyericsson P1i

Sony Ericsson P1i dijuluki smartphone oleh pembuatnya. Tetapi, menurut saya pasti tidak lebih pintar dari kita yang menggunakannya...hehehe. Saya baru saja menggunakan HP ini, jadi masih exploring kemampuannya. Saya langsung tertuju kepada gimana untuk ONLINE-nya. Saya ingin berbagi sedikit tentang push mail untuk Sonyericsson P1i. Kehadiran teknologi push mail, membuat pengguna email makin praktis, mudah dan cepat. Terutama ketika menerima pesan baru. Push mail membuat email bisa menyaingi SMS. Dengan teknologi ini, email dapat diterima langsung layaknya sebuah SMS masuk. Nah, seperti yang kita ketahui layanan push email ini sedang giat-giatnya dikampanyekan oleh pabrikan ponsel maupun operator.
Setelah mencari dan melakukan sendiri di HP saya (Sonyericsson P1i), berikut adalah cara yang saya buat untuk set push e-mail:

1. Setting Push Email pada Yahoo mail (.com), kebetulan saya pakai Yahoo mail.
Masuk terlebih dulu ke dalam settingan email, dari Main Menu ==> Messaging ==> More ==> Setting ==> Email account ==> New account dan nanti akan muncul beberapa pilihan berikut:
Tab Basic
Account name: Yahoo Mail (atau dapat diisi terserah anda)
Your name: isi nama anda
E-mail Address: isi alamat email anda
Connection type: IMAP
Push Email: (biarkan kosong)

Tab Inbox
Incoming mail server: imap.mail.yahoo.com
Username: alamat email anda
Password: password email
Download restrictions: just header (atau terserah anda)
Receive using group: Preferred group

Tab Outbox
Outgoing mail server: smtp.mobile.mail.yahoo.com
Use SMTP authentication: centang/yes
Use Inbox login details: centang/yes
Send using group: Preferred group

More ==> Advanced
Tab Incoming
Secure connection:none
Incoming mail port: 143

Tab Outgoing
Secure connection:none
Outgoing mail port: 25
Use MIME encoding: centang/yes

2. Setting Push Email pada e-mail perusahaan
Saya juga menambahkan E-mail perusahaan. Untuk setting push email seperti di atas caranya sebagai berikut. Pastikan ActiveSync sudah terinstall, bila belum ada silahkan download dulu.
Masuk terlebih dulu ke dalam settingan email, dari Main Menu ==> Messaging ==> Folder activesync ==> Open ==> More==>Account Setting
akan muncul beberapa pilihan berikut:

Tab server
User name: user name anda login ke sistem komputer/email perusahaan anda misalnya: bulan
Password: password anda ke sistem komputer/email perusahaan
Server Name: server name perusahaan anda (misal: mail.bintangmas.com)
Domain:Domain perusahaan anda (misal: bintangmas)

Tab schedule
Untuk tab schedule berfungsi apakah anda ingin standby alias setiap saat dapat email (centang enable push)..atau anda bisa milih tiap berapa menit..atau secara manual (get send) ==> sync every

Tab mail
enable mail sync (centang) dan email size (terserah anda) delete sent item (terserah anda)
always reply with history (centang)

Tab calender
enable calender sync(centang,data range(tersrah anda)
untuk tab lainnya hanyalah settingan.
Kemudian Save settingan tersebut.

Selamat mencoba.

Beberapa hal berikut terkait Sonyericsson P1i
USER INTERFACE
Nikmati tampilan muka yang lebih lengkap di P1i. Berkat grafis dari UIQ seri 3.0, maka layar menu di P1i bisa menghadirkan Today Screen seperti halnya di PDA phone. Tidak saja menampilkan ikon standar, seperti indikasi ponsel, sinyal, dan jam, tapi juga menyajikan menu Pesan dan Email, Task, Calender dan lainnya urut secara vertikal. Layarnya juga bisa menyajikan shortcut item pada 5 item di baris pertama paling bawah. Jika diklik pada tanda panah di tengah, maka akan ditampilkan deretan item berikutnya

KONEKTIVITAS
Mengandalkan full konektivitas rasanya pas untuk menunjuk pada smartphone ini. Transfer data bisa dilakukan mulai dari bluetooth, infrared, hingga kabel data. Dukungan bluetooth kelas 2.0 pun dapat dimaksimalkan untuk melakukan banyak hal.

INTERNET
Beruntunglah P1i telah dilengkapi dengan Opera browser. Ini merupakan salah satu sistem browser lengkap yang bisa melakukan banyak hal, mulai dari membuka tampilan web seperti aslinya, membuang bagian yang tidak penting demi menghemat tagihan akses GPRS/3G hingga mengubah tampilan web dari layar posisi portrait menjadi landscape. Saat diuji, Opera yang dijalankan di ponsel ini dengan mudah melakukan setting yang telah kita tentukan. Anda pun bisa menyimpan file history-nya.

MESSAGING
Ada tiga pilihan untuk mengetik pesan baik secara sederhana dalam SMS maupun email, yaitu dengan menggunakan qwerty keyboard, virtual keyboard atau handwriting recognition. Tapi menggunakan qwerty keyboard pilihan yang lebih baik saat ber-SMS. Hanya saja, Anda harus terbiasa dengan susunan keypad-nya yang tidak biasa. P1i meletakkan tombol angka di tengah, sedangkan tombol huruf sisanya, tapi semuanya diletakkan dalam urutan qwerty keyboard yang tidak biasa (tidak seperti jajaran qwerty keyboard di PDA phone).

Thursday, February 25, 2010

Gosip

Selamat malam teman :-)

Saya ingin berbagi tentang sesuatu yang saya dapat dari film yang saya tonton sedikit tadi sore. Saya katakan sedikit, karena jangankan bagaimana jalan cerita lengkapnya, judulnya saja saya belum tahu.
Inti yang saya tonton sebentar tadi kira-kira seperti di bawah ini.
Seorang Pastor pada suatu hari Minggu berkhotbah, berikut isinya:
" Ada seorang ibu, ia sedang menceritakan hal-hal menyangkut tetangga sebelahnya, kepada sorang teman dekatnya kepada siapa dia biasa bercerita. Ketika sedang asyik bercerita tentang keburukan tetangganya yang belum tentu benar, tiba-tiba saja ia terkejut ketika dia melihat sebuah tangan besar menunjuk ke arah dia. Dia seperti tidak percaya penglihatannya, karena pengakuan temannya sendiri tidak melihat apa-apa. Hingga malam ia tidak bisa tertidur, gelisah terbayang akan penglihatannya. Dalam hati dia mulai bertanya apa yang salah yang telah dia lakukan. Besok paginya si ibu ini memutuskan untuk pergi ke gereja untuk pengakuan dosa dan meminta pengampunan. Setelah sampai di gereja dia masuk ke dalam kamar tempat pengakuan dosa.
"Bapa, apakah bergosip itu dosa?", tanya si ibu. Setelah hening sebentar terdengar suara Pastor menjawab: "Ya, itu dosa. Mengatakan hal-hal buruk dan tidak benar tentang sesamamu adalah dosa!
"Saya ingin meminta pengampunan dosa Bapa", lanjut si ibu dengan suara berharap.
Pastor itu menjawab: "Tidak secepat itu. Pegilah pulang ke rumahmu, masuklah ke kamar tidurmu, ambillah bantal dan juga ambillah pisau dari dapurmu kemudian naiklah ke atap rumahmu! Di atap rumahmu potonglah bantalmu dan keluarkan semua isinya dan kumpulkan. Setelah itu kamu lakukan, datanglah kembali ke tempat ini!
Besok harinya lagi si ibu langsung datang ke gereja.
"Apakah engkau sudah melakukan seperti yang kukatakan?", tanya Pastor.
"Apakah engkau memotong bantal itu di atap rumahmu?", lanjut Pastor itu bertanya.
"Sudah Bapa. Ya, saya memotong bantal itu di atap rumahku", jawab si ibu.
"Apakah engkau mengeluarkan isinya? Apa isinya?", tanya Pastor itu lagi.
"Ya Bapa, saya keluarkan isinya semua. Bantal saya berisi kapas halus dan bulu" jawab si ibu kembali.
Kemudian setelah menunggu sebentar, Pastor ini dengan pelan bertanya lagi: "Ibu, apakah engkau mengumpulkan semua isinya?"
"Saya sudah berusaha Bapa. Tetapi, isi bantal itu langsung berhamburan terbawa hembusan angin. Saya tidak bisa mengumpulkannya lagi Bapa" jawab si ibu.
Dengan tegas Pastor itu berkata: "Seperti itulah gosip!"