LAVENDER
Ada beberapa tanaman anti nyamuk. Di antaranya tanaman lavender, zodia, geranium, dan serai wangi. Saya coba mengumpulkan beberapa hal tentang lavender karena banyak tumbuh ditanam di tempat saya bekerja dan juga beberapa hal tentang penyakit malaria yang menjadi satu masalah serius di tempat saya bekerja di halmahera utara.
Lavender nama latin-nya Lavandula afficinalis syn.L. angustifolia (Lamiaceae). Ada yang menyebutnya si Ungu, Rumput Raksasa. Ada juga yang menyebutnya si ilalang. Tanaman ini berasal dari Perancis. Ia dimanfaatkan sebagai parfum. Perlengkapan upacara keagamaan (ritual) dan tanaman obat sejak zaman Romawi kuno. Orang Roma menyebut Lavender dengan sebutan lavare yang artinya 'mencuci' atau 'menyegarkan'. Kerena mereka merasakan bahwa aroma bunga Lavender mampu menyegarkan otak dan menjernihkan jiwa. Aroma ini diperoleh dari minyak (ekstrak) bunga Lavender. Minyak tersebut dapat dijadikan parfum, minyak gosok, ramuan untuk mandi dan obat-obatan. Karena Lavender banyak manfaatnya, maka ia dijuluki Si Ungu Ajaib dan memiliki nilai jual tinggi. Bunga Lavender banyak manfaatnya karena mengandung zat-zat yang mampu mengendorkan dan melemaskan sistem kerja urat-urat syaraf dan otot-otot yang tegang. Ini yang membuat seseorang menjadi merasa rileks (otak segar dan jiwa tenang) ketika menghirup aroma bunga Lavender. Bunga ini sering digosok-gosok ke tubuh untuk menghindari gigitan nyamuk. Perbanyakan tanaman lavender biasanya dengan menggunakan bijinya. Biji-biji yang tua dan sehat disemaikan. Bila sudah tumbuh, dipindahkan ke polybag. Ketika tingginya mencapai 15 – 20 cm, dapat dipindahkan ke dalam pot atau ditanam di halaman rumah.
Keberadaan tanaman lavender mengundang para penyuling minyak atsiri untuk menyuling bunganya. Minyak lavender memang sering dipakai sebagai aromaterapi. Ada juga yang menempatkannya di ruangan tamu dalam rumah.
MALARIA
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Malaria adalah sejenis penyakit menular yang dalam manusia sekitar 350-500 juta orang terinfeksi dan lebih dari 1 juta kematian setiap tahunnya, terutama di daerah tropis dan di Afrika di bawah gurun Sahara.
Untuk penemuannya atas penyebab malaria, seorang dokter militer Prancis Charles Louis Alphonse Laveran diberikan Penghargaan Nobel untuk Fisiologi dan Medis pada 1907.
Penyakit malaria yang terjadi pada manusia memiliki 4 jenis, dan masing-masing disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda. Gejala tiap-tiap jenis biasanya seperti meriang, panas dingin menggigil dan keringat dingin. Dalam beberapa kasus yang tidak disertai pengobatan, gejala-gejala ini muncul kembali secara periodik. Jenis malaria paling ringan adalah malaria tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium vivax, dengan gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi (dapat terjadi selama 2 minggu setelah infeksi). Demam rimba (jungle fever), malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria tropika, disebabkan oleh Plasmodium falciparum merupakan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. Organisme bentuk ini sering menghalangi jalan darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau, serta kematian. Malaria kuartana yang disebabkan oleh Plasmodium malariae, memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika; gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah infeksi terjadi. Gejala tersebut kemudian akan terulang kembali setiap 3 hari. Jenis ke empat dan merupakan jenis malaria yang paling jarang ditemukan, disebabkan oleh Plasmodium ovale yang mirip dengan malaria tertiana. Pada masa inkubasi malaria, protozoa tumbuh didalam sel hati beberapa hari sebelum gejala pertama terjadi, organisme tersebut menyerang dan menghancurkan sel darah merah sejalan dengan perkembangan mereka, sehingga menyebabkan demam.
Sebab dan gejala
Malaria disebabkan oleh parasit protozoa. Plasmodium (salah satu Apicomplexa) dan penularan vektor untuk parasit malaria manusia adalah nyamuk Anopheles. Ragam dari Plasmodium falciparum dari parasit ini bertanggung jawab atas 80% kasus dan 90% kematian.
Gejala dari malaria termasuk demam, menggigil, arthralgia (sakit persendian), muntah-muntah, anemia, dan kejang. Dan mungkin juga rasa "tingle" di kulit terutama malaria yang disebabkan oleh P. falciparum. Komplikasi malaria termasuk koma dan kematian bila tak terawat; anak kecil lebih mungkin berakibat fatal.
Pengobatan
Pengobatan malaria tergantung kepada jenis parasit dan resistensi parasit terhadap klorokuin.
Untuk suatu serangan malaria falciparum akut dengan parasit yang resisten terhadap klorokuin, bisa diberikan kuinin atau kuinidin secara intravena. Pada malaria lainnya jarang terjadi resistensi terhadap klorokuin, karena itu biasanya diberikan klorokuin dan primakuin.
Prinsip penanganan malaria secara umum adalah bila tanpa komplikasi diberikan peroral artesunat kombinasi dengan amodiakuin (artesdiakuin) atau coartem atau duo-cotexcin, sedangkan malaria dengan komplikasi diberikan artesunat 2,4 mg/kgbb pada jam ke 0 - 12 - 24 - 72 dan seterusnya sampai pasien bisa diterapi secara oral atau digunakan artemeter 3,2 mg/kgbb dilanjutkan dengan 1,6 mg/kgbb.
No comments:
Post a Comment